Kepolisian Resor Seram Bagian Timur (SBT) resmi memulai pelaksanaan Operasi Keselamatan Salawaku 2026. Hal ini ditandai dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan di lapangan apel Polres SBT pada Senin (02/02/2026), dengan mengusung tema "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026".
Apel besar ini dipimpin langsung oleh Waka Polres SBT, KOMPOL Johanes Titus, S.AP., didampingi Kasat Lantas AKP Donald Parinussa selaku Perwira Apel dan IPDA Alfred Montje Nanlohy bertindak sebagai Komandan Apel.
Kegiatan ini menunjukkan sinergi lintas sektoral yang kuat, dengan kehadiran peserta upacara yang terdiri dari satu peleton Perwira, Koramil Bula, Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, Sat Samapta, Pol Air, Staf Polres, Sat Lantas, hingga gabungan Sat Reskrim, Intel, dan Narkoba. Tak ketinggalan, personel dari Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP Kab. SBT turut disiagakan dalam barisan.
Dalam amanatnya, KOMPOL Johanes Titus menekankan bahwa Operasi Keselamatan Salawaku 2026 akan berlangsung selama 14 hari. Operasi ini menjadi langkah cipta kondisi untuk meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan menjelang arus mudik lebaran.
"Operasi ini tidak berorientasi pada penindakan hukum semata, melainkan lebih mengedepankan edukasi, imbauan, dan sosialisasi secara humanis. Kami merangkul seluruh stakeholder dan pengguna jalan untuk aktif menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif agar Operasi Ketupat nanti berjalan tertib dan terkendali," ujar Waka Polres dalam amanatnya.
Waka Polres juga menyampaikan delapan poin penekanan bagi personel di lapangan, di antaranya:
• Deteksi Dini: Melakukan pemetaan akurat pada lokasi rawan macet dan kecelakaan.
• Sinergitas: Memperkuat kerja sama dengan instansi terkait untuk memetakan jalur mudik dan kawasan wisata.
• Penyuluhan Humanis: Mengintensifkan pembinaan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
• Keselamatan Angkutan: Melaksanakan ramp check (pemeriksaan kelayakan) kendaraan dan pemeriksaan kesehatan pengemudi di titik-titik strategis.
• Teknologi ETLE: Memaksimalkan penindakan pelanggaran melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik statis maupun mobile.
Selain itu, petugas juga diinstruksikan untuk melakukan penegakan hukum profesional terhadap kendaraan pribadi yang disalahgunakan menjadi travel ilegal guna menjamin standar keselamatan penumpang.
Dengan dimulainya operasi ini, Polres SBT berharap tingkat disiplin berlalu lintas masyarakat meningkat, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.